, Pengertian Kajian Kritis

Pengertian Kajian Kritis

Diposkan oleh Update News on October 29, 2010

Pengertian Kajian Kritis. Kajian kritis dapat ditinjau dari dua cara, yakni kajian kritis secara teoretis dan
kajian   kritis   terapan.   Secara   teoretis   kajian   kritis   dapat   ditinjau   berdasarkan paradigma       tertentu  dan   secara    terapan    kajian  kritis  dapat   dilakukan    untuk tujuan praktis, yakni tujuan pemanfaatan informasi yang ditemukan dalam suatu teks untuk keperluan tertentu.
Kritisisme   secara   teoretis   sudah   merupakan   satu   paradigma   tersendiri   dalam mengkaji   suatu   wacana.   Paradigma   kritisisme   dapat   diperbandingkan   dengan dua paradigma lain dalam meninjau suatu wacana, yaitu paradigma positivisme dan    paradigma      interpretivisme.    Rosidi   (2007)    mengemukakan         bahwa     baik paradigma positivisme maupun paradigma interpretivisme tidak peka terhadap proses      produksi      dan    reproduksi      makna.      Kedua     paradigma       tersebut
mengabaikan kehadiran unsur kekuasaan dan kepentingan dalam setiap praktik berwacana. Karena itu, alih-alih mengkaji ketepatan tatabahasa menurut tradisi positivisme      atau    proses   penafsiran      sebagaimana        tradisi   interpretivisme, paradigma       kritisisme   justru  memberi     bobot   lebih   besar   terhadap     pengaruh kehadiran      kepentingan     dan   jejaring  kekuasaan      dalam    proses    produksi   dan reproduksi   makna   suatu   wacana.   Baik   sebagai   subjek   maupun   objek   praktik wacana,      individu    tidak  terbebas     dari   kepentingan      ideologik   dan    jejaring kekuasaan.
Sebagai   semacam   penyegar,   alih-alih   menyebutnya   pembelot,   strukturalisme, Teun van Dijk memperlakukan wacana sebagai entitas berstruktur. Karena itu, pendekatan yang ditawarkan pun bertolak dari pencermatan atas tiga tingkatan struktur    wacana,     yaitu:  struktur   makro,    struktur   supra,   dan   struktur   mikro (macrostructure, superstructure, and micro structure). Struktur makro menunjuk
pada makna keseluruhan (global meaning) yang dapat dicermati dari tema atau topik    yang    diangkat    oleh   suatu    wacana.     Struktur   supra    menunjuk      pada kerangka   suatu   wacana   atau   skematika,   seperti   kelaziman   percakapan   atau tulisan yang dimulai dari pendahuluan, dilanjutkan dengan isi pokok, diikuti oleh kesimpulan,      dan   diakhiri  dengan     penutup.    Bagian    mana    yang    didahulukan,
serta    bagian    mana     yang    dikemudiankan,       akan    diatur   demi    kepentingan pembuat wacana.
Kajian kritis yang diuraikan di atas lebih mengarah ke kajian kritis yang bersifat teoretis. Kajian itu berfokus kepada bagaimana mengurai suatu wacana dalam hubungannya         dengan     wacana      itu  sendiri   dan    dalam    kaitannya     dengan lingkungan   penciptaan   wacana.   Penjelasan  kajian   kritis   yang   bersifat   terapan dijumpai dalam glosarium BBM bermutu.
Dalam   glosarium   BBM   Generik   dikemukakan   bahwa   kajian   kritis   merupakan suatu   kegiatan   membaca,   menelaah,   menganalisis   suatu   bacaan/artikel   untuk memperoleh ide-ide, penjelasan, data-data pendukung yang mendukung pokok pikiran    utama,    serta   memberikan       komentar      terhadap    isi  bacaan     secara keseluruhan dari sudut pandang kepentingan pengkaji. Berdasarkan pengertian ini dapat dinyatakan bahwa kegiatan utama yang dilakukan dalam kajian kritis adalah pemahaman akan makna yang tertuang dalam suatu teks.

Kata     kunci   yang    dijumpai    dalam    pengertian    kajian   kritis  di  atas   adalah membaca,        menelaah,      menganalisis,     ide-ide,    data    pendukung,       memberi komentar, dan sudut pandang kepentingan pengkaji. Ada poin utama dari kata kunci ini, yaitu aktivitas kajian, objek kajian, dan kepentingan pengkaji. Aktivitas kajian merupakan prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengkajian, objek
kajian   merupakan   isi   teks   atau   wacana   yang   hendak   dikaji,   dan   kepentingan pengkaji merupakan tujuan   yang   hendak   dicapai oleh   subjek   pengkaji. Ketiga hal  ini  berpilin   menjadi satu membangun suatu aktivitas yang   disebut dengan kajian kritis