, Wedhus Gembel Gunung Merapi 200 Km/Jam

Wedhus Gembel Gunung Merapi 200 Km/Jam

Diposkan oleh Update News on October 26, 2010

Apa yang ditakutkan dengan erupsi Merapi akhirnya terjadi.  Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, sore sekitar pukul 17.02 menyemburkan wedhus gembel (awan panas-red) yang menandai terjadinya erupsi pada gunung yang sudah dinyatakan dalam status Awas itu.

Erupsi pada Gunung Merapi itu berlangsung sebanyak empat kali dalam selang waktu yang pendek. Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Dr Surono mengatakan, erupsi Merapi telah menyebarkan awan panas yang hembusannya tidak menentu.

Menurut dia, pada pukul 17.02, awan panas tersebut mengarah ke barat daya (Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang). Kemudian erupsi kedua dan seterusnya terjadi pukul 17.16 ,  17.19 dan 17.24 dengan muntahan wedhus gembel ke segala arah.

Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) menarik seluruh petugas yang ada di lima posko yang mengelilingi Gunung Merapi menyusul turunnya awan panas (wedhus gembel). Perintah tersebut dikeluarkan BPPTK mulai pukul 18.05.

Bahkan perintah lisan tersebut dilakukan oleh Surono, ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menelepon seluruh petugas posko. ‘’Pokoknya posko segera dikosongkan saat  ini juga,’’ begitu perintah Surono kepada para petugas, Selasa (26/10).

Kelima pos yang dikosong yakni Babadan, Kaliurang, Ngepos, Jrakah dan Selo. Salah satu alasan mengapa pos pengamatan harus dikosongkan lantaran arah larinya wedhus gembel sulit diprediksi. Lantaran saat ini kondisi puncak Gunung Merapi tertutup kabut tebal.

Surono mengungkapkan, yang mengkhwatirkan adalah kecepatan luncuran wedhus gembel tersebut ditaksir mencapai 200 km/jam. ‘’Setiap 15 menit, awan panas terus menyembur dari Gunung Merapi, ini sangat berbahaya,’’ jelasnya.